Rabu, 29 Oktober 2008

Masih Soal Krisis

Hari ini saya baca di koran Kompas (29 Oktober 2008) hal. 17 berjudul Pertanian sulit jadi penyelamat. Tidak seperti pada waktu krisis tahun 1997/1998 sektor pertanian malah jadi penyelamat karena mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak. Dan kini persoalan bukan pada pennyerapan tenaga kerja, melainkan jatuhnya harga komoditas pertanian.

Indonesia sejak dulu memang dikenal sebagai negara agraris. Dan berabad-abad lalu penjajah masuk ke NUsantara karena rempah rempahnya. Sebenarnya persoalan krisis Indonesia dapat dikenali dengan mudah yakni karena kita tidak konsisten dan tidak percaya pada kemampuan sumber daya alam kita untuk memakmurkan bangsa ini.

Kasus rontoknya harga CPO (de facto hasil dari sawit) tidak beda dengan case tahun 1995-1997 pada jatuhnya harga cengkeh. yang menjadi masalah adalah boomingnya harga suatu komoditas tidak pernah diantisipasi dengan proses lanjutan atas komoditas tersebut. Yang saya maksud yaitu seperti cengkeh harusnya sudah ada persiapan berupa pabrik pengolah minyak cengkeh. Nah sekarang sawit, CPO turun harganya, seharusnya sudah ada pabrik yang mulai menyangganya misalnya langsung diolah menjadi minyak goreng dan juga biodiesel.

Jika CPO dibuat minyak goreng semua, mungkin kita masih punya gain atau bersaing dengan negara lain atau setidaknya minyak goreng di Indonesia tidak terlalu mahal. Kemudian CPO bisa dijadikan biodiesel, paling tidak ini dapat membantu transportasi yang sekarang juga sedang gonjang ganjing karena BBM satu ini sering langka dipasaran.

Rasanya pemerintah perlu memutuskan (bukan memikirkan lagi, ntar telat terus) kalau perlu 75% produksi CPO di Indonesia harus diarahkan menjadi biodiesel. Hal ini selain memenuhi kebutuhan BBM juga membantu petani agar hasil panennya terserap oleh pabrik CPO, dan produksi CPO segera terserap ke Pabrik Biodiesel selanjutnya biodiesel terserap oleh konsumen khususnya untuk kebutuhan transportasi baik darat dan laut, yang pada akhirnya semuanya dapat berjalan lancar.

Lho, impor BBM nya mau dikemakan ? Gak usah dipikirin itu urusannya Pertamina, mau diminum sendiri juga gak apa apa he he he Nah atau malah Pertamina yang harusnya invest di Biodiesel lagi-lagi khan urusan BBM, jadi gak perlu dipusingin biaya eksplorasi plus quota impor.

Nah itu pikiran gue. BTW, saya mau antri BBM dulu, dari pada besok gak bisa jalan he he he

Kamis, 09 Oktober 2008

KRISIS MELANDA NEGERI PAMAN SAM

Siapa sangka negara paling adidaya masih bisa tembus dihajar krisis ? apa ada yang salah ?
Ya pasti ada yang salah, mereka pasti lupa diri saking banyaknya nguras kekayaan dari negara lain langsung dihantam badai. Ya badai Gustav, badai Ike ee sekarang badai krisis finansial.

Btw, banyak khabar beredar di Indonesia, katanya kondisi aman aman saja. Tapi ternyata para pemimpin dan pakar pada pontang panting, artinya khan gak aman. Sampai sampai transaksi BEI di suspend. Untuk kebijakan terakhir boleh juga, soalnya kalo gak disikat gitu, bakalan anjlok tuh kurs kita.
Lho kenapa ? Lha iyalah, siapa sih yang paling gede invest di bursa, kalau gak orang2x sono. Cuma aja dengan mandegnya transaksi di BEI perputaran perbankan juga rada seret. Nah ini waktunya nurunin RATE. Harusnya BI langsung taking action.

Menurut saya kita mah gak perlu panik (waspada harus), karena kita dah kebal ama krisis. Mulai dari krisis ekonomi, krisis energi, krisis pangan sampai krisis kepercayaan dah dialami semua. Mudah-mudahan AS bisa belajar dari kita tentang hal ini, bukannya nguras SDA nya aja.

Eeh dah dulu ah...