Jumat, 06 April 2012

MASIH WAS-WAS BBM NAIK

Meskipun pemerintah sudah membatalkan (baca: menunda) entah apa namanya kenaikan ataukah penyesuaian ataukah mengurangi subsidi, bbm, semua orang masih belum yakin. Koran, tivi, radio, twiter, internet masih banyak membicarakan. Harga harga kebutuhan pokok yang sudah terlanjur naik pun enggan turun lagi, alasannya cepat atau lambat bbm pasti naik (lho..?!)

Saya bukannya setuju kalau harga bbm naik, hanya perlu persiapan menghadapi perubahan harga bbm beserta para rekan-rekan setianya (listrik, telp, sembako, transport dll) Soalnya gaji saya yang "cukup besar" perlu dilakukan rebudgeter alias penyesuaian alokasi kebutuhan, antara konsumsi, kebutuhan pendidikan anak, cicilan hutang, sumbangan (caillah...) dan juga saya yakin, bahwa saya bukan termasuk yang bakal dikasih BLT sama pemerintah.

Tanggapan saya soal ini, harusnya pemerintah sudah belajar dari pengalaman, meskipun presiden dan menterinya sudah bolak-balik ganti, kalau BBM naik pasti pada ribut. Kalau gaji PNS naik yang ribut cuma pedagang. Kalau habit orang Indonesia seperti itu harusnya dicari cara lain. Yang nggak bikin ribut (minimal orang gak ribut karena sempet mikir). Misalnya naikin harganya cukup Rp.50,- (lima puluh rupiah) saja, tapi tiap bulan naik. Lama-lama sampai juga ke harga normal tanpa subsidi, dan tidak perlu di umumkan secara politis.

Seperti kata koran, ternyata subsidi yang terbesar dinikmati oleh pemilik mobil-mobil pribadi...!? wajar.. mereka mengkonsumsi bbm lebih banyak. Bayangkan 1 mobil menyedot 1 liter bbm untuk setiap 8 km (belum yang mobil mewah, lebih boros !) Sepeda motor 1 liter bisa untuk 25 km ! Nah lho..?! yang pada demo kemarin ngebelain siapa ya ...?

Opsi yang diberikan DPR juga bagus. Dengan melakukan analisa rata-rata kenaikan harga minyak dunia kurun waktu 6 bulan. Cuma pemerintah juga harus hati-hati, bisa-bisa dikerjain spekulan dunia, atau malahan politisi kita sendiri ?

Usulan saya malah begini saja, pemerintah patok berapa milyar liter setahun bbm yang bisa disubsidi, lalu disetiap daerah tunjuk pom bensin mana yang akan diijinkan khusus menjual bbm subsidi, dan pom bensin lainnya menjual bbm tanpa subsidi.
Lalu syarat yang boleh beli bbm di pom subsidi hanya mobil angkutan umum (plat kuning) dan motor dibawah 250 cc. Lainnya monggo di pom bensin biasa dengan harga biasa. Dan bagi para pemilik motor roda dua yang gengsi beli di pom subsidi dan maunya beli di non subsidi yang silahkan malah lebih bagus.

Selanjutnya, untuk setiap daerah batasi kuota penjualan, bila kuota habis maka harus beli yang non subsidi. Kalau setiap hari dibilang habis, maka penjarakan pemilik pom bensinnya (karena dia pasti manipulasi), selain itu juga untuk melatih masyarakat untuk hemat bbm.

Mudah-mudahan dengan begitu semua sadar untuk hemat. Baik itu dalam pemakaian, dalam jor joran beli kendaraan dll. Mudah-mudahan juga Jakarta dan kota kota besar lainnya yang sering macet jadi lancar.... bye...

Tidak ada komentar: